SENAM KAKI MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT DAN SENDI KAKI DI GEREJA BAPTIS INDONESIA SAHABAT
DOI:
https://doi.org/10.70574/zhwnnn83Keywords:
Lanjut usia, senam kaki, kekuatan otot.Abstract
Menjaga kesehatan merupakan hal yang perlu diprioritaskan terutama pada warga lanjut usia. Latihan fisik sangat penting untuk penderita diabetes melitus selain untuk mengontrol gula darah, latihan fisik juga dapat mengurangi risiko komplikasi kardiovaskuler Salah satu Latihan fisik yang dapat dilakukan oleh lanjut usia adalah senam kaki. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatan pengetahuan tentang pentingnya aktivitas fisik melalui senam kaki sehingga kekuatan otot dan sendi tetap terjaga. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan tahapan berupa kegiatan pemeriksaan kesehatan,renungan singkat dan kegiatan edukasi Kesehatan serta kegiatan demonstrasi senam kaki diabetes. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah warga wulan GBI Sahabat Kediri berada pada rentang 110-160 mmHg, sedangkan rentang glucose darah pada rentang 90-143 g/dl pada pemeriksaan Glucosa darah sesaat. Hasil pemeriksaan asam urat dengan hasil 4-6. Setelah dilakukan pemeriksaan dilanjutkan kegiatan renungan dan edukasi senam kaki Diabetes dan hasil dari kegiatan edukasi didapatkan meningkatnya pemahaman warga wulan mengenai pentingnya aktivitas fisik sederhana seperti senam kaki.
References
Almatsier. (2005). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Andira, D. A. (2020). Pengobatan Alternatif Sebagai Upaya Penyembuhan Penyakit. 16(2), 393–401. https://doi.org/10.32528/ins.
Apriliana, A.A.(2018).Efektifitas Senam Kaki Diabetes Melitus Terhadap Sensitivitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Tawangrejo Kota Madiun
Ariyanti, M., Bahtiar, H., Ayu, R. (2019). Pengaruh Senam Kaki Diabetes Dengan Bola Plastik Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. 3, 1–5.
Hidayat Alimul Aziz. (2008). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah.Jakarta : Salemba Medika
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2019). Buku Pintar Posbindu. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Nursalam.(2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika
P2PTM, Kemetrian Kesehatan Republik Indonesia (2020). Langkah-langkah Pencegahan Bagi Penyandang Diabetes Melitus.
Perkeni. (2019). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahaan DM Tipe 2 Dewasa Indonesia. 113.PB Perkeni.
Pratomo, I. B., & Apriyani, H. (2018). Ankle Brachial Index (ABI) Pada Penderita 72 DM Tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 14(1), 30. https://doi.org/10.26630/jkep.v14i1.1004
Rahmasari, I., & Wahyuni, E. S. (2019). Efektivitas momordica carantia (pare) terhadap penurunan kadar glukosa darah. Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 9(1), 57–64.
Riskesdas. (2018). Hasil Riskesdas 2018. diakses pada www.depkes.go.id/...2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Erva Elli Kristanti, Sutik, Yoyok Febrijanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


