ANALISIS AKURASI KODE DIAGNOSIS PRIMER DALAM REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP BPJS BERDASARKAN ICD-10 DI RUMAH SAKIT UMUM REGIONAL "X"10 AT "X" REGIONAL GENERAL HOSPITAL
DOI:
https://doi.org/10.70574/3d9a4c74Keywords:
Ketepatan, Kode Diagnosis Utama, Pasien BPJS.Abstract
Ketepatan penentuan kode diagnosis utama menjadi penentu dalam ketepatan pembuatan laporan morbiditas dan mortalitas serta ketepatan biaya klaim pelayanan kesehatan seorang pasien. Di RSUD “X”, dari hasil survei pendahuluan pada 20 dokumen rekam medis rawat inap pasien BPJS yang diambil secara acak terdapat 10% kode diagnosis utama yang tidak tepat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasi dengan pendekatan retrospektif. Populasinya Adalah seluruh dokumen rekam medis rawat inap pasien BPJS pada triwulan IV tahun 2025 sebesar 6210 dokumen rekam medis dan didapatkan sampel sebesar 99 dokumen rekam medis. Persentase ketepatan penentuan kode diagnosis utama sebesar 89 dokumen (89,89%) lebih besar dari kode diagnosis utama yang tidak tepat sebesar 10 dokumen (10,11%). Salah dalam penentuan kondisi utama terdapat pada aturan ICD-10 tahun 2010 Bab 12 tentang Kode Fraktur, aturan penggunaan kode “Z” dan rules MB.1.
References
Budi, S. (2011). Manajemen Unit Kerja Rekam Medis.
Hatta, G. (2013). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan.
Indradi, R. (2014). Manajemen Informasi Kesehatan.
International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, Tenth Revision (ICD-10), Volume 1–3. WHO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Permenkes No. 26 Tahun 2021 tentang Sistem INA-CBGs.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Permenkes No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.
Nadia Rista, & Doni Jepisah. (2021). Tinjauan Pelaksanaan Pengkodean Penyakit Gastroenteritis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit PMC Pekanbaru Tahun 2020. Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal), 1(2), 97–105. https://doi.org/10.25311/jrm.vol1. iss2.358
Ningtyas, N. K., Sugiarsi, S., & Wariyanti,A. S. (2019). Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Utama Kasus Persalinan Sebelum dan Sesudah Verifikasi pada Pasien BPJS di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Jurnal Kesehatan Vokasional, 4(1), 1. https://doi. org/10.22146/jkesvo.38794
Sari, T. P., & Pela, T. H. (2017). Ketidaktepatan Kode Kombinasi Hipertensi Pada Penyakit Jantung dan Penyakit Ginjal Berdasarkan ICD 10 di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 5(1),53. https://doi.org/10.33560/.v5i1.148
Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS.
Weningsih, I. R., & Arintaka, F. K. (2022). Tinjauan Pengodean Klinis Pasien Bpjs Guna Mendukung Ketepatan Grouping Ina-CBG’s di Rumah Sakit Cimahi. Jurnal Kesehatan, 10(1), 75–83. https:// doi.org/10.55912/jks.v10i1.48
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syndia Puspitasari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


