KARAKTERISTIK INDEKS MASA TUBUH PADA KELOMPOK RISIKO DEWASA-LANSIA DI GBI SAHABAT KOTA KEDIRI
DOI:
https://doi.org/10.70574/yb7gmr45Keywords:
Indeks Masa Tubuh, Kelompok Risiko Tinggi, Usia Dewasa lanjutAbstract
Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat berisiko menyebabkan gangguan metabolik, termasuk peningkatan kadar gula darah. Fenomena ini menjadi perhatian global karena peningkatan prevalensi berat berlebih dan obesitas pada remaja berkorelasi dengan meningkatnya risiko Diabetes Mellitus tipe 2 di usia muda. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa individu dengan IMT tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami peningkatan kadar gula. Perubahan pola hidup remaja modern dimulai dari meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, serta menurunnya aktivitas fisik. Hal ini menyebabkan peningkatan berat badan yang tidak terkontrol. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkontribusi terhadap resistensi insulin dan peningkatan kadar gula darah yang dapat berkembang menjadi penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif untuk mendeskripsikan Indeks Massa Tubuh pada kelompok risiko. Pengambilan data melalui serangkaian pemeriksaan secara langsung kepada responden menggunakan alat ukur timbangan, tensimeter, stetoskop serta meteran dengan alat yang telah terstandar SNI. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar kelompok risiko tinggi GBI Sahabat memiliki rentang usia pertengahan yaitu 45-49 tahun sebanyak 58 responden (63,7%). Kurang dari 50%. Karakteristik tekanan darah pada kelompok risiko tinggi di GBI Sahabat paling banyak pada kategori Hipertensi I sebanyak 32 responden (35,2%). Sedangkan Karakteristik IMT pada kelompok risiko tinggi di GBI Sahabat Kediri didapatkan paling banyak berada pada kategori Obesitas yaitu 31 responden (34,1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya Indeks Masa Tubuh berlebihan atau obesitas maka perlu upaya promotif dan preventif pada kelompok risiko tinggi sebagai upaya pengurangan risiko gangguan kesehatan. Sehingga rekomendasi yang diharapkan sesuai dengan hasil yaitu pemberian intervensi berupa edukasi Kesehatan peningkatan program aktivitas fisik, skrining kesehatan, serta pengembangan program gaya hidup sehat pada kelompok risiko tinggi.
References
American Diabetes Association. (2025). Standards of Care in Diabetes—2025. Diabetes Care, 48(Suppl. 1), S1–S350.
Aronow, W. S. (2022). Pathophysiology, Diagnosis, and Management of Hypertension in the Elderly. International Journal of Angiology, 31(4), 193–201.
Aronow, W. S., Fleg, J. L., Pepine, C. J., et al. (2011). ACCF/AHA Expert Consensus Document on Hypertension in the Elderly. Journal of the American College of Cardiology, 57(20), 2037–2114.
Erikson, E. H. (1963). Childhood and Society (2nd ed.). W. W. Norton.
Gibson, R. S., et al. (2024). Principles of Nutritional Assessment (3rd ed.).
Hall, J. E., & Hall, M. E. (2021). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI.
Laurent, S., & Boutouyrie, P. (2002). Pathophysiology of Hypertension in the Elderly. American Journal of Geriatric Cardiology, 11(1), 34–39.
Papalia, D. E., Martorell, G., & Feldman, R. D. (2021). Experience Human Development (15th ed.). McGraw-Hill.
Pimenta, E., & Oparil, S. (2012). Management of Hypertension in the Elderly. Nature Reviews Cardiology, 9(5), 286–296.
Powell-Wiley, T. M., Poirier, P., Burke, L. E., et al. (2021). Obesity and Cardiovascular Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation, 143(21), e984–e1010.
Prihartini, N., et al. (2024). Body mass index as a dominant risk factor for metabolic syndrome among Indonesian adults: A 6-year prospective cohort study. BMC Nutrition.
Roberts, B. W., Walton, K. E., & Viechtbauer, W. (2006). Patterns of mean-level change in personality traits across the life course: A meta-analysis of longitudinal studies. Psychological Bulletin, 132(1), 1–25.
Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sartika, R. A. D., & Rosiyati, E. (2022). Body mass index of adults, pre-elderly and elderly in Indonesia (Indonesian Family Life Survey 2014).
Weir, C. B., & Jan, A. (2023). BMI Classification Percentile and Cut Off Points. StatPearls Publishing.
Whelton, P. K., Carey, R. M., Aronow, W. S., et al. (2017). 2017 ACC/AHA Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults. Hypertension, 71(6), e13–e115.
WHO Expert Consultation. (2004). Appropriate Body-Mass Index for Asian Populations and Its Implications for Policy and Intervention Strategies. The Lancet, 363(9403), 157–163.
World Health Organization. (2000). Obesity: Preventing and Managing the Global Epidemic. WHO Technical Report Series No. 894. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2021). UN Decade of Healthy Ageing (2021–2030).
World Health Organization. (2022). World Health Statistics 2022: Monitoring Health for the SDGs. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). Noncommunicable Diseases: Key Facts. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2025). Ageing and health.
World Health Organization. (2025). Ageing: Global population.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Erva Elli Kristanti, Dyah Ayu Kartika Wulan Sari, Puguh Santoso (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
